Rabu, 03 Oktober 2012

makalah perkembangan anak & remaja

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Selama hidup manusia tidak pernah statis, sejak lahir sampai meninggal manusia selalu mengalami perubahan. Sehubungan dengan perubahan tersebut dikenal dua macam perubahan yaitu pertumbuhan dan perkembangan. Apa yang terjadi pada perkembangan remaja nantinya dipengaruhi oleh perkembangnnya pada masa anak-anak. Karena ketika seorang anak belum menyelesaikan tugas perkembangan pada masa anak-anaknya maka akan berpengaruh pada tahap perkembangan berikutnya.
Untuk itulah dalam makalah ini kami berfokus membahas tentang perkembangan baik mengenai perkembangan anak maupun remaja.Bagaimana anak dan remaja berkembang memiliki arti penting. Karena pada dasarnya Perubahan yang dialami manusia merupakan integrasi dari berbagai perubahan struktur dan fungsi, karena itu perubahan ini tergantung pada hal-hal yang dialami sebelumnya dan mempengaruhi hal-hal yang terjadi sesudahnya.

B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang ingin kami bahas dalam makalah ini adalah:
1. Sebutkan definisi perkembangan menurut para ahli?
2. Sebutkan fase-fase perkembangan?
3. Sebutkan Aspek-aspek perkembangsn?
4.Bagaimanakah perkembangan pada masa anak-anak, dan apa saja tugas-tugas           perkembangan yang harus dipenuhi oleh seorang anak?
5.Bagaimanakah perkembangan pada masa remaja, serta apa saja tugas-tugas perkembangan yang harus dipenuhi oleh remaja?

C. Tujuan
Adapun tujuan dalam pembuatan makalah ini agar kita semua memahami makna mengenai perkembangan dan menambah wawasan kita tentang perkembangan anak dan remaja baik menyangkut tentang aspek-aspek perkembangannya maupun fase-fase perkembangannya..


D. Manfaat
Adapun manfaat yang ingin penulis sampaikan dalam makalah ini adalah:
1. mengetahui definisi perkembangan menurut para ahli
2. menambah pengetahuan tentang fase-fase dan aspek perkembangan
3. memperluas wawasan tentang tugas-tugas perkembangan anak dan remaja























BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. PENGERTIAN PERKEMBANGAN
Adapun pengertian perkembangan menurut para ahli adalah sebagai berikut:
1. Menurut Ariestoteles Perkembangan dapat diartikan sebagai perubahan-perubahan yang baru dan teratur pada setiap makhluk hidup secara terus menerus,dan berlangsung secara bertahap pelan namun pasti . Perkembangan dapat diamati dari berbagai tingkah laku makhluk hidup tersebut secara kualitatif yaitu hanya dapat diukur dengan panca indera.
2. Menurut Santrok Yussen. (1992) Perkembangan merupakan pola perkembangan individu yang berawal pada konsepsi dan terus berlanjut sepanjang hayat dan bersifat involusi. Dengan demikian perkembangan berlangsung dari proses terbentuknya individu dari proses bertemunya sperma dengan sel telur dan berlangsung sampai ahir hayat yang bersifaf timbulnya adanya perubahan dalam diri individu.
3. Menurut Eggan & Kauchak, Perkembangan adalah perubahan yang berurutan dan kekal dalam diri seseorang hasil dari pembelajaran, pengalaman dan kematangan.
4. Menurut Slavin (1997) Perkembangan adalah berkaitan dengan mengapa dan bagaimana individu itu berkembang dan membesar, menyesuaikan diri dengan masyarakat  dan berubah melalui peredaran masa. Perkembangan melibatkan fizikal, emosi, personality, sosioekonomi, kognitif dan bahasa.
       Dari pendapat ahli diatas mengenai perkembangan dapat disimpulkan bahwa perkembangan merupakan suatu proses perubahan-perubahan yang terjadi/dialami oleh setiap individu yang berkaitan dengan psikhis

B. FASE-FASE PERKEMBANGAN
1) Menurut Aristoteles
Perkembangan dibagi menjadi tiga bagian
Ø Periode I : umur 0 s/d 7 tahun (masa anak kecil/bermain)
Ø Peripde II : umur 7 s/d 14 tahun (masa anak-anak, masa belajar
Ø Periode II : umur 14 s/d 21 tahun (masa remaja/pubertas)
Periode I dan II ditandai dengan adanya gejala lepasnya gigi, dan periode II da III ditandai dengan adanya gejala pubertas
2) Menurut Chartotle Buhtar
Perkembanagn menjadi 5 fase :
Ø 0 - 1 tahun : masa menghayati objek-objek diluar dirinya sendiri
Ø 2 - 4 tahun : masa pengenalan dunia objektif diluar dirinya disertai penghayatan subjektif
Ø 5 – 6 tahun : masa sosialisasi anak/ pergaulan dengan kawan-kawannya
Ø 9 – 11 tahun : masa sekolag rendah, anak mencapai objektifitas tinggi (masa mencoba)
Ø 14 – 19 tahun : masa tercapainya sintese antara sikap dalam batin sendiri dengan sikap keluar pada dunia objektif.
3) Menurut Konstamm
Membagi menjadi 5 fase :
Ø Masa bayi (vital)
Ø Masa anak kecil (estesis)
Ø Masa anak sekolah (intelektual)
Ø Masa pubertas (sosial)
Ø Manusia yang sudah matang
4) Menurut Oswald Kroh
Ø 0-4 tahun : masa kanak-kanak (trotzalter 1) yaitu masa menentang ditandai perubahan tingkah laku dan prilaku pada anak.
Ø 4-14 tahun masa sekolah/keserasian (trotzalter 2). 13-14 tahun : masa melawan
Ø 14-19 tahun : masa kematangan

C. ASPEK-ASPEK PERKEMBANGAN
Dari proses perkembangan dapat dikelompokan menjadi 3 aspek yaitu yang pertama aspek bilogis .Aspek biologis tersebut merupakan perkembangan pada fisik individu, contohnya : bertambahnya berat badan dan tinggi badan yantg tentunya dapat kita ukur.
Yang kedua ialah aspek kognitif meliputi perubahan kemampuan dan cara berfikir. Aspek ini merupakan perubahan dalam proses pemikiran yang merupakan hasil dari lingkungan sekitar. salah satunya yaitu anak mampu menyelesaikan soal matematika.
Dan yang ketiga yaitu aspek psikososial dapat diartikan bahwa aspek ini merupakan perubahan aspek perasaan, emosi, dan hubungannya dengan orang lain. Dengan demikian aspek psikososial merupakan aspaek perkembangan individu dengan lingkungan sekitar atau masyarakat.
Dari semua aspek tersebut yaitu aspek biologis ( fisik ), aspek kognitif ( pemikiran ), dan aspek psikososial ( hubungan dengan masyarakat ) semuanya saling mempengaruhi sehingga apabila pada suatu aspek mengalami hambatan maka akan mempengaruhi perkembangan aspek yang lainnya.

D.  PERKEMBANGAN ANAK
Secara umum perkembangan anak selama masa perkembangannya akan dipengaruhi oleh beberapa faktor yang terangkum dalam dua faktor yakni faktor internal dan faktor eksternal. Yang dimaksud dengan faktor internal adalah segala sesuatu yang ada dalam diri individu yang keberadaannya mempengaruhi dinamika perkembangan. Termasuk ke dalam faktor-faktor internal tersebut adalah faktor jasmaniah, faktor psikologis, dan faktor kematangan fisik dan psikis. Faktor eksternal adalah segala sesuatu yang berada di luar diri individu yang keberdaannya mempengaruhi terhadap dinamika perkembangan. Yang termasuk faktor eksternal antara lain : faktor sosial, faktor budaya, faktor lingkungan fisik, dan faktor lingkungan non fisik.
a.Perkembangan fisik di masa anak-anak
Bayi yang baru dilahirkan kedunia membawa sejumlah refleks yang telah siap secara genetika, seperti menggemgam dan mengisap. Perkembangan fisik bayi begitu pesat pada tahun pertamanya, dan sejumlah tonggak ukur motorik dicapai selama masa kanak-kanak. Perilaku motorik terbentuk untuk mengindra serta bertindak, didorong oleh kemampuan fisik, kemampuan mengindra, dan faktor-faktor lingkungan sekitar bayi iyu sendiri. Perubahan besar-besaran terjadi pada otak semasa bayi dan anak-anak.
b. perkembangan kognitif pada masa anak-anak
dalam pandangan piaget, anak-anak menggunakan skema untuk membangun dunia mereka secara aktif, baik itu dengan mengasimilasi informasi baru ke dalam skema atau menyesuaikan skema untuk mengakomodasinya. Piaget juga mengatakan bahwa seseorang melalui empat tahap perkembangan kognitif:1). Tahap sensorimotorik(kelahiran hingga usia 2 athun), 2). Tahap praoprasional(2-7 tahun), 3). Tahap konkret operasional(7-11 tahun) dan 4). Tahap formal operasional(11-15 tahun dan berlanjut hingga dewasa). Piaget membuka cara pandang baru mengenai bagaimana pemikiran anak-anak berkembang. Akan tetapi kritik-kritik yang dilontarkan bahwa tahapan-tahapan oleh piaget terlalu kaku dan tidak cukup mempertimbangkan pengaruh budaya dan pendidikan atas perkembangan.
c. Tugas-tugas perkembangan anak
menurut Havighurst (dalam Hurlock,1980) tugas perkembangan pada masa anak-anak adalah:
1). Mempelajari keterampilan fisik yang diperlukan untuk permainan-permainan yang umum.
2). Membangun sikap yang sehat mengenai diri sendiri sebagai mahluk yang sedang tumbuh.
3). Belajar menyesuaikan diri dengan teman-teman seusianya.
4). Mulai mengembangkan peran sosial pria/wanita yang tepat.
5). Mengembangkan keterampilan-keterampilan dasar untuk membaca, menulis, dan berhitung.
6). Mengembangkan pengertian-pengertian yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari.
7). Mengembangkan hati nurani, pengertian moral, dan tata dan tingkah nilai.
8). Mengembangkan sikap terhadap kelompok-kelompok sosial
9). Mencapai kebebasan pribadi

E. PERKEMBANGAN REMAJA
       remaja bisa digambarkan sebagai masa peralihan dari masa anak-anak menuju dewasa. Remaja menurut undang-undang no.4 tahun 1979 adalah individu yang belum mencapai umur 21 tahun dan belum menikah. Masa puber adalah masa pematangan tulang dan organ-organ seks yang terjadi terutama pada awal masa remaja.

 a. Ciri-ciri remaja
1. pertumbuhan fisik mengalami perubahan dengan cepat, lebih cepat dibandingkan dengan masa anak-anak dan dewasa. Untuk mengimbangi pertumbuhan yang cepat itu, remaja makan dan tidur yang lebih banyak. Perkembangan fisik mereka jelas terlihat pada tungkai dan tangan, tulang kaki dan tangan, otot-otot tubuh berkembang pesat, sehingga anak kelihatan bertubuh tinggi, tetapi kepalanya masih mirip dengan anak-anak.
2. Perkembangan seksual, tanda-tanda perkembangan seksual pada anak laki-laki diantaranya: alat reproduksi sperma mulai berproduksi, mengalami mimpi basah yang pertama, yang tanpa sadar mengeluarkan sperma. Sedangkan pada anak perempuan bila rahimnya sudah bisa dibuahi karena ia sudah mendapat menstruasi yang pertama.Ciri-cir lainnya yang ada pada anak laki-laki ialah pada leher menonjol buah jakun yang mebuat nada suaranya menjadi pecah. Sedangkan pada anak perempuan,karena produksi hormon dalam tubuhnya, di wajahnya bertumbuhan jerawat. Terjadinya penimbunan lemak yang membuat buah dada membesar, pinggulnya mulai lebar,dan pahanya membesar.
3. Cara Berfikir kausalitas yaitu,menyangkut hubungan sebab dan akibat. Misalnya remaja duduk didepan pintu, kemudian orang tuanya melarang sambil berkata “pantang”. Remaja sudah mulai berpikir kritis sehingga ia akan melawan bila orang tua, guru, lingkungan masih menganggap sebagai anak kecil.
4. Emosi yang meluap-luap, Keadaan emosi remaja masih labil karena erat hubungannya dengan kadaan hormon. Suatu saat bisa sedih, dilain waktu ia bisa marah sekali.
5. Mulai tertarik pada lawan jenis Secara biologis manusia terbagi atas dua jenis yaitu laki-laki dan perempuan. Dalam kehidupan sosial remaja, mereka mulai tertarik pada lawan jenisnya dan mulai berpacaran. Secara biologis anak perempuan lebih cepat matang dari pada anak laki-laki.
6. menarik perhatian lingkungan, Pada masa ini remaja mulai mencari perhatian dari lingkungannya, berusaha mendapatkan status dn peranan separti kegiatan remaja dikampung-kampung yang diberi peranan.
7. terikat dengan kelompok, Remaja dalam kehidupan social sangat tertarik dengan kelompok sebayanya sehingga tidak jarang orang tua di nomor duakan sedangkan kelompoknya dinomorsatukan.
Ditinjau secara teoritis, masa remaja terdiri dari remaja puber dan remaja adolesen.
1. Masa pubertas
Masa pubertas disebut masa bangkitnya kepribadian ketika minatnya lebih ditujukan kepada perkembangan pribadi sendiri. Ada beberapa sifat yang menonjol pada masa ini, yang tidak sama kuatnya pada semua remaja, diantaranya yaitu:
a. Pendapat lama ditinggalkan
b. Keseimbangan jiwanya terganggu
c. Suka menyembunyikan isi hati
d. Masa bangunnya perasaan kemasyarakat.
e. Perbedaan sikap pemuda dan sikap gadis
2. Masa adolesen berada antara usia 17dan 20 tahun. Atau mengambil betas-batas permulaan pada saat remaja mengalami perkembangan jasmani yang sangat menonjol, sedanngkan batas-batas akhir pada saat berakhirnya perkembangan jasmani.Beberapa diantaranya sifat-sifat adolesen yaitu:
a. Mulai tampak garis-garis perkembangan yang dikutinya di kemudian hari
b. Mulai jelas sikapnya terhadap nilai-nilai hidup
c. Jika masa pubertas menngalami keguncangan, dalam masa ini jiwanya mulai tampak tenang
d. Sekarang ia mulai menyadari bahwa mengecam itu memang mudah tapi sulit melaksanakannya
e. Ia menunjukan perhatiannya kepada masalah kehidupan sebenarnya
c. Tugas-tugas perkembangan remaja
Tugas perkembangan masa remaja difokuskan pada upaya meningkatkan sikap dan perilaku kekanak-kanakan serta berusaha untuk mencapai kemampuan bersikap dan berperilaku secara dewasa. Adapun tugas-tugas perkembangan remaja menurut Hurlock (dalam Muhammad Ali, 2008 : 10) adalah :
  1. Mampu menerima keadaan fisiknya;
  2. Mampu menerima dan memahami peran seks usia dewasa;
  3. Mampu membina hubungan baik dengan anggota kelompok yang berlainan jenis;
  4. Mencapai kemandirian emosional;
  5. Mencapai kemandirian ekonomi;
  6. Mengembangkan konsep dan keterampilan intelektual yang sangat diperlukan untuk melakukan peran sebagai anggota masyarakat;
  7. Memahami dan menginternalisasikan nilai-nilai orang dewasa dan orang tua;
  8. Mengembangkan perilaku tanggung jawab social yang diperlukan untuk memasuki dunia dewasa;
  9. Mempersiapkan diri untuk memasuki perkawinan;
  10. Memahami dan mempersiapkan berbagai tanggung jawab kehidupan keluarga.
















BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Pengertian perkembangan yaitu merupakan perubahan individu kearah yang lebih sempurna yang terjadi dari proses terbentuknya individu sampai ahir hayat dan berlangsung secara terus menerus. Dari semua aspek perkembangan yaitu aspek biologis ( fisik ), aspek kognitif ( pemikiran ), dan aspek psikososial ( hubungan dengan masyarakat ) semuanya saling mempengaruhi sehingga apabila pada suatu aspek mengalami hambatan maka akan mempengaruhi perkembangan aspek yang lainnya.
perkembangan anak selama masa perkembangannya akan dipengaruhi oleh beberapa dua faktor yakni faktor internal dan faktor eksternal. Remaja menurut undang-undang no.4 tahun 1979 adalah individu yang belum mencapai umur 21 tahun dan belum menikah. Masa puber adalah masa pematangan tulang dan organ-organ seks yang terjadi terutama pada awal masa remaja.

B. Saran
Untuk para pembaca kami mengharapkan agar memahami bahwa perkembangan pada masa anak-anak turut berpengaruh terhadap perkembangannya pada masa remaja.











DAFTAR PUSTAKA

Gunarsa, Singgih D (ed). 1983. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Jakarta : BPK Gunung Mulia

Mutadin, Zainun. Penyesuaian diri Remaja. Jakarta : 2002

Santrok, John W. 2002. Life Span Development: Perkembangan Masa Hidup, Edisi 5 Jilid 1. Jakarta: Erlangga

King, Laura.A.2010.Psikologi umum.Jakarta: Salemba Humanika

Yusuf LN, Syamsu. 2002. Psikologi Perkembangan Anak & Remaja. Bandung : Remaja Rosda Karya

Sudrajat, Akhmad. Perkembangan Individu.

/24/perkembangan-individu/
(jam 19.35 WITA,27 september 2012)

 ( jam 20:00 WITA,29 september 2012)







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar